
إ ﱠن اﻟـﺣَﻣْدَ لِِّله ﻧَـﺣْﻣَدُهُ وَﻧَﺳْﺗَﻌِﯾْﻧُﮫُ وَﻧَﺳْﺗَﻐْﻔِرُهُ، وَﻧَﻌُوذُ ﺑِﺎلِله ﻣِنْ ﺷُرُورِ أَﻧْﻔُﺳِﻧَﺎ وَﻣِنْ
،ﺳَ ﱢﯾﺋَﺎتِ أَﻋْﻣَﺎﻟِﻧَﺎ، ﻣَنْ ﯾَﮭْدِهِ ُﷲ ﻓَﻼَ ﻣُﺿِلﱠ ﻟَﮫُ، وَﻣَنْ ﯾُﺿْﻠِلْ ﻓَﻼَ ھَﺎدِيَ ﻟَﮫُ
.وَأَﺷْﮭَدُ أَن ﻻﱠ إِﻟَﮫَ إِﻻﱠ ﷲ وَﺣْدَهُ ﻻَ ﺷَرِﯾْكَ ﻟَﮫُ وَأَﺷْﮭَدُ أَ ﱠن ﻣُـﺣَ ﱠﻣداً ﻋَﺑْدُهُ وَرَﺳُوﻟُﮫ
وَا ﱠﺗﻘُوا ﱠَﷲ ا ﱠﻟذِي ﺗَﺳَﺎءَﻟُونَ ﺑِﮫِ وَاﻷَْرْﺣَﺎمَ إِ ﱠن ﱠَﷲ ﻛَﺎنَ ﻋَﻠَﯾْﻛُمْ رَﻗِﯾﺑًﺎﯾَﺎ أَ ﱡﯾﮭَﺎ ا ﱠﻟذِﯾنَ آﻣَﻧُوا ا ﱠﺗﻘُوا ﱠَﷲ وَﻗُوﻟُوا ﻗَوْﻻً ﺳَدِي
Segala pujian hanya bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya, mengatur dan memberinya petunjuk sehingga tercipta harmoni yang begitu indah. Shalawat dan salam tercurah limpah untuk baginda Rasulullah Saw. Semoga semakin hari semakin cantik ihsan kita kepada sesama, dan semakin mulia diri kita di sisi Allah SWT.
Maha Kuasa Allah SWT yang telah menjadikan matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus, dengan bumi berada di tengah. Sehingga terjadilah gerhana bulan. Dia-lah Allah, yang menciptakan, mengatur dan memelihara alam semesta ini, saat kita meyakini hal tersebut maka hakikatnya kita telah bertauhid dengan tauhid Rububiyah-Nya.
Hijrah secara istilah adalah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dalam konteks sejarah Islam, hijrah dapat dimaknai sebagai berpindah tempat yang kurang kondusif untuk dakwah Islam, menuju tempat yang lebih kondusif. Dalam ranah akhlak muamalah, definisi hijrah dapat ditemukan pada hadits pertama pada kitab Arba’in Nawawi tentang niat. yaitu pada lafadz
وَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ھِﺠْﺮَﺗُﮫُ ﻟﺪُﻧْﯿَﺎ ﯾُﺼِﯿﺒُﮭَﺎ أَوِ اﻣْﺮَأَةٍ ﯾَﺘَﺰَ ﱠوﺟُﮭَﺎ ﻓَﮭِﺠْﺮَﺗُﮫُ إِﻟَﻰ ﻣَﺎ ھَﺎﺟَﺮَ إِﻟَﯿْﮫِ
“barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah”
Maka, hasil dari hijrah itu sendiri kembali kepada niat dari orang itu sendiri.
Sahabat-sahabat Nabi Muhammad yang dikader selama 13 tahun di Mekkah, berpindah ke Madinah bersama Rasulullah untuk mencari ridha Allah ta’ala, dan itulah contoh dari generasi awal kaum Muslimin yang selalu siap merubah dirinya menjadi lebih baik, alangkah kurang tepatnya seorang mukmin tetap dalam kondisi yang stagnan, karena janji Allah
وَإِذَا ﻗِﯿﻞَ اﻧْﺸُﺰُوا ﻓَﺎﻧْﺸُﺰُوا ﯾَﺮْﻓَﻊِ ﱠُﷲ اﻟﱠﺬِﯾﻦَ آﻣَﻨُﻮا ﻣِﻨْﻜُﻢْ وَاﻟﱠﺬِﯾﻦَ أُوﺗُﻮا اﻟْﻌِﻠْﻢَ دَرَﺟَﺎتٍ وَ ﱠُﷲ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮنَ ﺧَﺒِﯿﺮٌ
“Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Esensi hijrah yang dapat kita jadikan pelajaran adalah membuang perilaku jahiliyah dan segera dalam beramal saleh, yang dengannya kita mendapat barakah, barakah itu sendiri adalah ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan, tentu saja hal tersebut membutuhkan proses yang tidak mudah dan tidak lama, sebagaimana kisah-kisah sahabat Nabi yang mengalami ujian keimanan yang luar biasa, bahkan diperlakukan secara tidak manusiawi oleh kaum Kafir Quraisy. Namun, hal tersebut menjadikan mereka generasi yang teguh dalam beriman dan beramal shaleh, generasi yang mampu mengubah jalannya zaman, dari zaman jahiliyah menuju zaman dinul Islam yang terang benderang.
Hijrah dalam pendidikan dapat tertuju pada guru, murid dan umat Islam secara keseluruhan, kepada para guru yang telah mencurahkan hidupnya untuk mengabdi mendidik generasi masa depan bangsa, alangkah baiknya jika mereka tetap istiqomah dan selalu siap menerima perubahan zaman. Kepada para murid-murid semua jenjang sekolah, makna hijrah dapat diartikan dengan perubahan bersikap dan berpikir, melalui tiga komponen yaitu, jujur, semangat dan bertanggung jawab.
Kepada umat Islam secara keseluruhan dalam bidang pendidikan, alangkah lebih baiknya tetap pada jalan yang progesif berkemajuan, yaitu meninggalkan segala bentuk pemikiran yang kolot dan dogmatis.
nasrun minallah wa fathun qarib